Ketika Domestikalisasi Wanita Merupakan Keharusan

17-ketika-domestikalisasi-wanita-merupakan

Domestikalisasi wanita adalah pemahaman bahwa wanita haruslah tetap tinggal di dalam rumahnya, yang mana itu berarti wanita tidak dibenarkan untuk keluar rumah, baik untuk tujuan (a) pendidikan atau menuntut ilmu, dan untuk (b) bekerja mencari nafkah. Dengan kata lain Domestikalisasi Wanita berarti pemahaman bahwa wanita harus tetap tinggal dan diam di dalam rumahnya, tidak keluar rumah untuk tujuan yang permanen dan rutin; ini berarti wanita tidak keluar rumah untuk pendidikan dan bekerja. Wanita dibenarkan keluar rumah untuk tujuan selain dari tujuan permanen dan rutin, seperti beribadah ke Masjid, berjalan ke rumah keluarga induknya, atau menjemput anaknya yang sedang bermain, mengantarkan atau menjemput anaknya ke / di sekolah, keluar rumah untuk mengambil air di sumur, dan lain lain.

Dengan tetap diam dan tinggal di rumahnya, maka setiap wanita akan:

  1. Senantiasa dapat memenuhi kodratnya yaitu menyelesaikan seluruh tugas domestiknya. Itu adalah sangat mulia.
  2. Dan lebih dari itu, Domestikalisasi Wanita memastikan kesucian kaum wanita itu sendiri. Itu adalah suatu kemuliaan yang merupakan kehendak Illahi.
  3. Dan merupakan jaminan utuh bahwa seluruh anak akan mendapatkan perhatian dan pengasuhan dari ibu mereka.

Domestikalisasi Wanita sama sekali tidak pernah merugikan siapa pun, tidak akan merugikan kaum wanita, tidak merugikan kaum pria, tidak pernah merugikan anak-anak, tidak pernah merugikan pihak pengusaha dan juga tidak akan merugikan negara. Tidak pernah Domestikalisasi Wanita membunuh para wanita, atau membuat wanita gagal melahirkan. Domestikalisasi Wanita tidak pernah membuat kaum wanita kelaparan, bergelimpangan di pinggir-pinggir jalan, mati lemas. Domestikalisasi Wanita tidak pernah membuat para pria meninggalkan istri mereka, dan Domestikalisasi Wanita tidak pernah membuat kaum pria kehilangan minat untuk menikah.

Justru Domestikalisasi Wanita akan membuat semua orang mendapat untung, untung untuk kaum wanita itu sendiri, untung untuk kaum pria, untung untuk anak-anak, untung untuk keluarga dan kehidupan keluarga, untung untuk para pengusaha, untung untuk negara, untung untuk para Malaikat, untung untuk Tuhan, untung untuk agama, untung untuk para leluhur, dan untung untuk moralitas bangsa, masih banyak lagi.

Domestikalisasi Wanita di pihak lain merupakan solusi dari begitu banyak permasalahan menahun yang dihadapi Dunia pada jaman modern ini. Kebalikannya, Emansipasi wanita atau kontra-Domestikalisasi Wanita sebenarnya adalah pangkal dari begitu banyak permasalahan di Dunia ini.

Look-up 01.

Dewasa ini kota telah begitu sesak dengan lalulintas, baik lalulintas manusia mau pun lalulintas kendaraan. Pemandangan macet merupakan keseharian yang menyesakkan dada, dan sangat sulit untuk dihindari dengan cara apapun. Bahkan pada malam hari pun kemacetan terus terjadi.

Pemandangan tampak berbeda di pintu masuk tol yang menuju bandara. Kemacetan sama sekali tidak tampak di tempat ini. Jalan aspal mulus yang membentang panjang di sepanjang tol yang mengarah ke bandara ini tampak lancar dan asri, sedap dipandang mata. Seharusnya pemandangan di berbagai sudut kota seperti di tol bandara ini, yang asri, lancar, dan tertib.

Mengapa tol bandara terlihat asri, lancar dan tertib? Mengapa pemandangan ini tidak pernah terjadi di sudut kota yang lain seperti di Tanah Abang, Pasar Senen, Jalan Kramat, Cililitan dan lain lain? Dan mungkinkah tempat-tempat langganan kemacetan dapat diubah supaya menjadi seperti di tol badara ini? Jawabannya adalah bisa, dan sangat mudah.

Jawaban untuk pertanyaan mengapa tol bandara terlihat asri, lancar dan tertib adalah, karena tidak semua orang / manusia pergi ke bandara setiap saat. Oleh karena itu juga tidak semua kendaraan yang ada di kota itu akan pergi ke bandara. Misalnya kota mempunyai 1000 penduduk, baik laki mau pun perempuan. Namun yang pergi ke bandara per harinya hanyalah 100 orang, 100 dari 1000 orang tersebut. Ini artinya sedikit sekali dari warga kota tersebut yang pergi ke  bandara. Itulah sebabnya tol yang menuju bandara tidak pernah macet sehingga mendatangkan pemandangan yang asri, lancar dan tertib.

Kemacetan pada dasarnya adalah begitu banyak manusia (dan juga barang dan kendaraan) yang lalu lalang di suatu tempat secara bersamaan. Ditambah dengan jalan yang dilalui merupakan jalan yang tidak terlalu besar, pun tidak dapat diperbesar lagi. Berbeda dengan tol yang menuju bandara, Pusat keramaian di kota pastilah akan dilalui oleh hampir kebanyakan penduduk dari kota tersebut. Itulah sebabnya Pusat kota selalu ramai dan macet, dan berbeda dari tol bandara.

Domestikalisasi Wanita di pihak lain, menghendaki agar seluruh wanita tetap berada di rumahnya untuk menjalankan peran dan kodrat domestiknya. Kalau setiap wanita tetap di rumahnya, tidak pergi ke tempat kerja dan juga tidak pergi menuntut ilmu, itu berarti wanita-wanita tersebut tidak akan keluar rumah, setiap hari. Dari sini, dari 1000 orang yang memadati kemacetan di berbagai sudut kota, 500-nya akan berkurang, yaitu dari kalangan kaum wanita. Dengan Domestikalisasi Wanita kemacetan terurai dengan sendirinya. Dan dengan Domestikalisasi Wanita kemacetan tidak akan pernah terjadi.

Di sinilah salah satu letak pentingnya kembali kepada alam Domestikalisasi Wanita untuk diamalkan oleh seluruh kota / negara agar dengan demikian kemacetan dapat ditiadakan.

Look-up 02.

Pengangguran merupakan masalah yang amat pelik untuk diselesaikan. Seluruh Dunia mempunyai masalah pengangguran ini. Secara sosial pengangguran dianggap sebagai awal mula dari berbagai masalah lainnya, seperti keamanan, moralitas, kesejahteraan, kriminalitas dan lain lain.

Sudah menjadi Hukum alam bahwa jumlah peluang kerja tidak pernah berbanding lurus dengan jumlah pekerja. Artinya, jumlah pekerja selalu lebih banyak dari jumlah kesempatan bekerja. Kondisi ini melahirkan para pekerja yang tidak mendapat kesempatan untuk bekerja karena sedikitnya jumlah kesempatan untuk bekerja. Adalah suatu utopia untuk menyatakan bahwa suatu saat setiap kota di Dunia ini akan mempunyai jumlah kesempatan bekerja yang sebanding dengan jumlah tenaga kerja – karena hal itu tidak akan pernah tercapai.

Para pencari kerja terdiri dari pria dan wanita. Dan jumlah mereka terus meningkat, dan tidak dibarengi dengan peningkatan jumlah kesempatan kerja. Artinya dari sekian pencari kerja pria, akan tersisa sekian pria yang terpaksa menjadi penganggur, begitu juga dengan pencari kerja wanita.

Domestikalisasi Wanita membentuk tatanan sosial di mana wanita tidak boleh bekerja – karena khususnya Domestikalisasi Wanita menggariskan bahwa tempat dan lebensraum kaum wanita adalah di rumahnya. Dengan Domestikalisasi Wanita ini maka jumlah pencari kerja akan berkurang setengahnya. Dan dapat dipastikan dengan Domestikalisasi Wanita ini jumlah kesempatan bekerja akan menjadi sebanding dengan jumlah pencari kerja. Ini artinya Domestikalisasi Wanita merupakan awal mula di mana pengangguran tidak akan lagi menjadi masalah sosial.

Domestikalisasi Wanita adalah suatu keharusan, karena amat mendasar untuk kepentingan kaum wanita itu sendiri, untuk kemaslahatan kaum pria, seluruh kota, anak-anak, perkembangan moralitas yang Agung dan luhur, normalitas ketersediaan lapangan pekerjaan, dan juga normalitas bagi mobilitas warga kota.

Islam mengajarkan bahwa wanita harus memenuhi Domestikalisasi Wanita ini, dan ini berarti Islam tidak pernah salah. Kalau Islam tidak pernah salah dengan ajarannya, maka sudah jelas bahwa Domestikalisasi Wanita pun tidak pernah salah dan merugikan pihak mana pun. Kebalikannya, Domestikalisasi Wanita akan menguntungkan seluruh pihak. Yang jelas Domestikalisasi Wanita menguntungkan Tuhan (Allah Swt menjadi ridha) dan seluruh umatNya.

Seluruh umat dan Dunia akan mendapatkan keuntungan dengan diamalkannya Domestikalisasi Wanita ini, dan oleh karena itu sekarang sudah saatnya untuk memahami kebaikan dan rasionalitas dari ajaran wanita harus tetap di rumah, bukannya keluar rumah untuk bekerja atau menuntut ilmu. Artikel ini memaparkan kebaikan dan rasionalitas dari ajaran wanita dilarang keluar rumah pada dua aspek kehidupan, yaitu kemacetan lalulintas dan kemudian aspek kesempatan kerja. Di luar itu masih banyak lagi aspek kehidupan yang akan berbeda dan jauh lebih baik jika wanita tetap di rumah dan tidak bekerja seperti pada sekarang ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s