Representasi Wanita

qaws

Muhammad bersabda, “wanita itu berbalik ke depan dan berbalik ke belakang dalam bentuk iblis”.

Apakah maksud dari Alhadits ini? Apakah ini berarti bahwa bentuk wanita dengan iblis itu sama? Jika sama, lantas mengapa (harus) sama? Bukankah wanita itu tercipta dari tulang rusuk laki-laki dan oleh karena itu ia menyerupai laki-laki? Kalau wanita itu menyerupai iblis, maka mau tak mau laki-laki itu pun menyerupai Iblis. Bukankah ini menjadi fatal akibatnya?

Dari hal apakah Muhammad mengambil kesimpulan bahwa wanita itu menyerupai iblis? Kajian berikut ini akan mengetengahkan hal-hal yang dari padanya Muhammad mengambil kesimpulan bahwa wanita itu “identik” dengan Iblis.

Bermula dari titah Tuhan kepada Dunia, kepada laki-laki, yang itu adalah kebajikanNya…

  1. Tuhan memerintahkan kepada laki-laki, “hai laki-laki, hendaklah kau tetapkan wanita selalu di dalam rumah. Itulah kehendakKu…”. Laki-laki berkata, “Aku patuh Tuhan…..”. Wanita menukas, “Tidak! Wanita bebas untuk keluar rumah…!”
  2. Tuhan memerintahkan kepada laki-laki, “hai laki-laki, hendaklah kau menikah pada usia muda. Itulah kehendakKu…”. Laki-laki berkata, “Aku patuh Tuhan…..”. Wanita menukas, “Tidak! Menikah / dinikahi pada usia muda adalah memasung kebebasan wanita …!”
  3. Tuhan memerintahkan kepada laki-laki, “hai laki-laki, hendaklah kau tetapkan cintamu kepada ibumu lebih besar dari pada kepada istrimu. Itulah kehendakKu…”. Laki-laki berkata, “Aku patuh Tuhan…..”. Wanita menukas, “Tidak! Laki-laki, lupakan ibumu, akulah yang harus kau cintai dengan segenap hatimu mulai sekarang hingga mati…!”
  4. Tuhan memerintahkan kepada laki-laki, “hai laki-laki, jangan pacaran (walaa takrabu zina); langsunglah kepada peminangan. Itulah kehendakKu…”. Lakilaki berkata, “Aku patuh Tuhan…..”. Wanita menukas, “Tidak! Langsung meminang adalah memasung wanita. Sebelum menikah harus ada pacaran, walau pun (akhirnya) berzina!”
  5. Tuhan memerintahkan kepada laki-laki, “hai laki-laki, hendaklah kau tetapkan wanita selalu berkerudung dan menutup auratnya. Itulah kehendakKu…”. Laki-laki berkata, “Aku patuh Tuhan…..”. Wanita menukas, “Tidak! Wanita bebas untuk mengekspresikan dirinya sesuai dengan kewanitaannya…! Semua mata lelaki harus mendambakan kemolekan tubuhku!!”
  6. Tuhan memerintahkan kepada laki-laki, “hai laki-laki, hendaklah kau berpoligami karena itulah sunnah RasulKu. Itulah kehendakKu…”. Laki-laki berkata, “Aku patuh Tuhan…..”. Wanita menukas, “Tidak! Wanita yang berkuasa adalah wanita yang tidak rela untuk dimadu. Poligami adalah SESAT!!”
  7. Tuhan memerintahkan kepada laki-laki, “hai laki-laki, hendaklah kau memperbanyak anakmu karena itulah titah RasulKu. Itulah kehendakKu…”. Laki-laki berkata, “Aku patuh Tuhan…..”. Wanita menukas, “Tidak! Kami tidak rela terus-terusan melahirkan anak dan merawatnya sehingga tersita seumur hidup…!”
  8. Tuhan memerintahkan kepada laki-laki, “hai laki-laki, hendaklah kau tetapkan bahwa wanita bukanlah pemimpin. Itulah kehendakKu…”. Laki-laki berkata, “Aku patuh Tuhan…..”. Wanita menukas, “Tidak! Wanita mempunyai hak yang sama dengan pria untuk memimpin…!”
  9. Tuhan memerintahkan kepada laki-laki, “hai laki-laki, janganlah kau ambil budak / PRT. Dan hendaklah kau tetapkan istri dan anak-anak perempuanmu untuk berbakti di rumahmu sendiri. Itulah kehendakKu…”. Laki-laki berkata, “Aku patuh Tuhan…..”. Wanita menukas, “Tidak! Suami haruslah menyewa pembantu / budak untuk menyenangkan sang istri…!”
  10. Tuhan memerintahkan kepada laki-laki, “hai laki-laki, tetapkanlah derajat wanita di bawahmu (kaum laki-laki). Itulah kehendakKu…”. Laki-laki berkata, “Aku patuh Tuhan…..”. Wanita menukas, “Tidak! Wanita sejajar dengan kaum pria (bahkan lebih tinggi dari laki-laki). Alquran dan Alhadits, SALAH!”

WANIBLIS

CHAPTER 01– ALASAN FAKTUAL

Kaum pria menyetujui kesepuluh Perintah Tuhan tersebut. Kebalikannya, wanita menolak KESEMUANYA mentah-mentah. Jika Malaikatselalu mematuhi perintah Tuhan, maka dapat dikatakan bahwa laki-laki itu sebangsa dengan Malaikatkarena mereka sama-sama patuh. Jika Iblis SELALU mendurhakai perintah Tuhan, maka dapat dikatakan bahwa wanita itu sebangsa dengan Iblis karena mereka sama-sama pengingkar.

Tidak salah kalau menyatakan bahwa Malaikat itu laki-laki, karena pada dasarnya baik laki-laki dan Malaikat adalah maskulin. Malaikat adalah jenis maskulin, dan salah satu bentuk maskulinitas adalah laki-laki. Masuk maskulin adalah Malaikat, laki-laki dan Tuhan. Kebalikannya, adalah HARAM untuk menyatakan (karena nafsu birahi) bahwa wanita itu (seperti) Malaikat.

Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaika-malaikat itu [Az Zukhruf / 43:19]

CHAPTER 02 – ALASAN KEBAHASAAN

Wanita berasal dari kata Siti Hawa. Dalam bahasa Aram / Ibrani, ia disebut dengan Eve. Apakah arti Eve?Dalam bahasa Inggris, ‘christmas eve’ berarti malam natal. New year’s eve berarti malam tahun baru. Berarti eve itu adalah malam / gelap. Pada kata “Good evening”, evening berasal dari kata eve yang artinya malam. Malam atau gelap, dalam bahasa Arab adalah “zalim”. Zalim adalah perbuatan iblis dan pengikutnya. Zalim itu sendiri berarti aniaya, kejahatan, keji, dosa, pendurhakaan, pendustaan.

Sungguh, kata Eve (yang berarti gelap, malam) yang di lain pihak berarti Siti Hawa atau wanita, berasal dari suku kata yang dari padanya turun kata “Evil”. Evil dalam bahasa Alkitab berarti Iblis atau dosa atau keji. Iblis itu sendiri adalah penta’riban / pengaraban dari kata Evil; dan Evil itu akar katanya adalah Eve. Maka dapat dikatakan, bahwa antara wanita dengan iblis terdapat kesamaan konsep, misi dan ‘citarasa’….. yaitu pembangkangan, pendustaan, merayu manusia / laki-laki untuk mendurhakai Tuhan dan seterusnya…..

Itulah sebabnya mengapa Rasul bersabda, “sungguh sebagian besar penghuni Neraka adalah kaum wanita…”. Mengapa demikian?

….. karena wanita mempunyai sifat dasar untuk mendurhakai perintah Tuhan, dan kemudian mempunyai sifat dasar untuk membisikkan kaum laki-laki untuk mendurhakai perintah Tuhan …

Syahdan, bukan Iblis yang berhasil membujuk Adam as untuk memakan buah khuldi, namun justru Siti Hawa. Siti Hawa-lah yang membisikkan Adam as untuk mendurhakai perintah Tuhan, padahal ia tahu bahwa Tuhan telah melarang mereka berdua untuk memakannya. Jika wanita mempunyai sifat dasar untuk mendurhakai perintah Tuhan, maka, kebalikannya, laki-laki mempunyai sifat dasar untuk mematuhi perintah Tuhan… Itu semua terlihat pada tabel di atas.

Dengan kata lain, kalaulah “tidak ada” kaum wanita, maka kaum pria ‘bebas’ untuk selalu berada di jalan Tuhan karena tidak ada yang membisikkan mereka untuk mendurhakainya (note: ini hanya wacana, bukan menyesali takdir Tuhan). Rasul bersabda, “sungguh belum pernah aku melihat suatu kaum yang membuat laki-laki kehilangan akal sehat kecuali (bisikan) kaum wanita…”. Karena (bisikan) kaum wanita-lah, laki-laki ‘tega-tegaan’ mendurhakai titah Tuhan, termasuk menelantarkan ibu kandung demi menyenangkan hati sang istri. Naudzu billah mindzalik!!

Karena bibir wanitalah, banyak laki-laki yang turut menghujat poligami, demi menyenangkan hati sang wanita! Naudzu billah mindzalik!!Karena bibir wanita-lah, banyak laki-laki yang mengangkat wanita menjadi pemimpin, demi menyenangkan hati sang wanita. Naudzu billah mindzalik!

Wanita lah yang selalu bernafsu untuk tampil dan menari-nari dengan membuka aurat di depan mata laki-laki. Wanita lah yang selalu bernafsu untuk difoto tanpa busana kemudian didistribusikan secara bebas. Wanita lah yang lebih suka melacur dari pada menikah baik-baik –padahal jalan untuk menikah baik-baik itu terbuka lebar kalau saja mereka mau. Dan kalau mereka melacur, mereka cari-cari alasan / penjelasan bahwa sistem sosial lah yang salah sehingga memaksa mereka melacur demi menyambung hidup. Padahal kenyataannya banyak wanita kaya / mampu yang melacur. Mereka tidak miskin atau terhimpit ekonomi. Tetap saja mereka melacur

CHAPTER 03ALASAN KONSTITUSIONAL

Islam tidak memberi alasan sepotong pun untuk kaum Muslim (khususnya laki-laki) untuk berfikir bahwa wanita adalah makhluk suci sesuci Malaikat. Ingat Zukhruf 19 di atas. Bahkan semua ayat Alquran tentang wanita pastilah bernada sarkasme. Ayat Zukhruf 19 tersebut jelas-jelas bernada sarkasme yang amat tajam.

…Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali [16:92]

Ayat di atas memberikan tempat bagi wanita untuk dijadikan contoh buruk bagi Dunia iman. Ini sungguh sarkastik bagi kuping wanita.

Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan sedang dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran [43:18]

Ayat Zukhruf di atas menjelaskan, apakah patut wanita itu menjadi anak Allah?Cara Allah melukiskan wanita pada ayat tersebut amat sarkastik. Amat menarik, bahwa umumnya kaum wanita amat bersempit hati untuk membaca ayat-ayat Alquran (termasuk Alhadits) yang mengenai mereka … karena semua ayat dalam Alquran tentang wanita menjelaskan peran / takdir wanita yang jauh dari keinginan mereka. Al Ahzab 33 misalnya, menggariskan bahwa wanita harus selalu tinggal di rumah. Semua (atau kebanyakan?) wanita menolak ayat tersebut

CHAPTER 04- ALASAN TEKNIKAL

Tokoh feminist kenamaan dari kalangan Muslimah pastilah mereka yang menentang semua ketentuan Allah dalam Alquran mau pun Alhadits. Bahkan seorang feminist dari Mesir mengungkapkan, “semua hadis Rasul selalu menyakitkah hati saya sebagai wanita”. Semua ketentuan Allah baik dalam Alquran mau pun Alhadits, kalau tidak mereka ingkari, maka mereka pelintir tafsirnya habis-habisan

Pada akhirnya mereka menyatakan, bahwa pada semua agama Dunia,……… kalaulah bukan laki-lakinya yang ditinggikan, maka wanitanya-lah yang direndahkan

Pernyataan ini, adalah sikap mereka untuk menyatakan bahwa mereka ‘harus’ MENOLAK (melawan, mengingkari) content Alquran mau pun Alhadits, hanya saja dalam susunan kata yang terbalik. Dan pernyataan mereka itu, adalah bagaimana “benda” yang disebut dengan “menentang semua ketentuan Illahi” atau “bisa dipercaya wanita adalah Iblis”, mengeluarkan “bunyinya”.

Dalam konteks ini, hubungan antara laki-laki, wanita dan Tuhan,
adalah seperti sebuah sangkar..… yang melibatkan antara seorang manusia, kucing dan seekor anjing. Kucing dan anjing selalu bertengkar dan tidak pernah rukun satu sama lain. Anjing dan kucing dalam satu sangkar: yang satu pasti akan mengusir yang lain. Tidak pernah dan tidak mungkin keduanya rukun dalam satu sangkar.

Maka, keputusan ada di tangan manusia tentang siapa yang akan memenangi sangkar tersebut. Kalau manusia memutuskan anjing, maka anjing akan tinggal dalam sangkar dan kucing harus hengkang. Begitu juga jika sebaliknya.

Begitulah hubungan antara Tuhan, laki-laki dan wanita, di mana Dunia ini adalah sangkarnya, sementara wanita dan Tuhan seperti layaknya anjing dan kucing tersebut. Keduanya, antara Tuhan dan wanita tidak akan pernah rukun.

Sekarang tinggal keputusan yang ada di tangan laki-laki, memilih (bisikan) wanita atau (mentaati perintah) Tuhan

Dengan perincian, jika laki-laki memilih Tuhan, maka akan selamatlah semuanya: laki-laki sendiri, wanita, Dunia, anak-anak, kemuliaan Islam. Pun akibatnya Tuhan akan senantiasa dimuliakan setiap pagi dan petang di Barat dan di Timur. Semua akan ridha, kecuali Iblis.

Namun jika laki-laki memilih wanita(yang artinya MENCAMPAKKAN TUHAN), maka semua akan celaka: laki-laki itu sendiri, wanitanya, anak-anak, keluarga, mertua dan orang tua, hewan ternak sawah ladang dan seterusnya. Iblis akan tertawa senang.

Namun walau pun begitu, tetap itu semua tidak akan dapat mengurangi kekayaan Tuhan…

Inilah analisa terbaik mengapa imperium Muslim Abad Pertengahan mencapai jaman keemasannya. Tidak lain karena Dunia laki-laki lebih memilih AJARAN / FIRMAN Tuhan yang termuat dalam Alquran dan Alhadits, …… yang artinya adalah, semua aspirasi wanita (yang secara alamiah berseberangan dengan kehendak Tuhan) tidak diakomodir oleh Dunia laki-laki.

Dengan kata lain, kebajikan dan kemaslahatan atas kaum wanita (khususnya) HANYA ada di tangan laki-laki yang implementasinya tidak diintervensi oleh aspirasi feminisme, kecuali aspirasi Illahiah …… yaitu Alquran dan Alhadits yang kaffaah dan murni, serta SALAF (orthodox / klasik)

Saat Dunia laki-laki di Imperium Muslim mulai mendengarkan bisikan feminisme (lihat tabel sebagai perbandingan), maka sejarah mulai melihat keruntuhan Islam tahap demi tahap … karena tidak lain, wanita itu lah iblis: seruannya, bisikannya, adalah “pesan titipan” dari Kerajaan Iblis – – karena terindikasi selalu menentang ajaran Allah Swt.

KESIMPULAN

Berhentilah menyatakan bahwa wanita adalah sesuci Malaikat. Semua kehendak wanita selalu berseberangan dengan kehendak Tuhan. Apa pun yang benar, maka pastikan bahwa itu bukan bentuk akomodasi nafas berfikir kaum wanita. Namun kebalikannya.

Kita harus tergelitik oleh suatu pertanyaan, “Mengapa nama wanita adalah Eve (yang merupakan akar kata bagi Evil), dan mengapa Evil / Iblis selalu memusuhi Jalan Tuhan?”

Inilah alasan mengapa wanita adalah representasi dari Iblis, Kuasa Kegelapan,
The Prince of The Dark.

Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan; sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui. [2:268]

Sungguh, telah aku musnahkan semua fitnah yang mengancam umatku, kecuali fitnah dalam urusan kamu dengan wanitamu (aku tidak KUASA untuk memusnahkannya). Itulah sebesar-besarnya FITNAH. [Alhadits]

Wallahu Alam Bishawab

Semoga Allah swt melimpahkan Taufik dan HidayahNya kepada kita semua
Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s