Metodologi Pendidikan Yang Tepat Untuk Kaum Wanita

metodologiDan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah nabimu).

Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui. (Al-Ahzab – 33:34)

Islam dengan tegas mengajarkan bahwa wanita:

1. Tidak boleh keluar rumah,
2. Walau pun keluar rumah itu tujuannya adalah untuk menuntut ilmu.
3. Pun Islam menitahkan bahwa wanita tidak boleh diberdayakan, dengan kata lain wanita tidak boleh memperoleh pendidikan (termasuk tidak boleh memperoleh pekerjaan untuk nafkah).

Namun bagaimana dengan urusan bahwa wanita juga harus mengetahui kandungan hikmah Alquran, dan juga harus dapat membaca Alquran untuk keperluan ibadah mengaji? Bagaimana seorang wanita dapat menjadi individu yang saleh kalau ia tidak memperoleh pengajaran mengenai kesalehan? Dan bukankah kesalehan itu hanya akan diperoleh melalui pengajaran? Di lain pihak, Islam menitahkan bahwa kaum wanita harus dijauhkan dari pengajaran?

Pengajaran Islam adalah, bahwa biar bagaimana pun wanita berhak untuk mendapatkan pengajaran. Namun yang harus diperhatikan adalah bahwa metode dan muatan pengajaran itulah yang berbeda yang akan diberikan kepada kaum wanita.

Alquran surah Al-Ahzab ayat 33 menulis, bahwa kaum wanita harus tetap tinggal di dalam rumahnya. Namun kemudian juga disebutkan, bahwa di dalam rumahnya tersebutlah kaum wanita mendapatkan pengajaran mengenai kesalehan.

Ringkasnya, pengajaran untuk kaum wanita mempunyai karakteristik sebagai berikut,
1. Pengajaran itu berlangsung di dalam rumah kaum wanita itu sendiri, bukan di luar rumah seperti sekolah, madrasah, lembaga kursus, dsb.
2. Yang menjadi pengajar adalah keluarga dan muhrimnya sendiri, seperti ayahnya, ibunya, atau datuknya, atau juga suaminya.
3. Muatan pengajaran hanya pada seputar kesalehan seperti menguasai bacaan Alquran, kisah para Nabi, Alhadis Nabi Muhammad Saw, ajaran orang tua-tua, keterampilan kewanitaan seperti memasak, menyanggul, merapikan rumah, yang mana pengajarnya adalah ibunya sendiri atau neneknya atau bibi-nya.

Point dan karakteristik ini merupakan hal-hal yang dititahkan Allah Swt di dalam surah Al-ahzab 33 dan 34. Dan inilah kunci kesucian dan keagungan kaum wanita kelak di kemudian hari.
Umat tidak dibenarkan memberi pengajaran dengan ‘muatan yang diperluas’ kepada (anak-anak) wanita, seperti pengajaran kimia, biologi, sejarah dunia, matematika rumit, geologi, geografi, militer, psikologi, filsafat, ekonomi, dsb. Kelak, muatan yang diperluas inilah yang akan menjadi sebab membangkangnya seorang wanita (terhadap kodrat domestik dan fitrah kewanitaannya) sejak wanita ini mendapatkan muatan ilmu tersebut.

Ilmu yang kompleks dan paripurna (muatan yang diperluas) merupakan suatu ‘benda asing’ bagi fikiran seorang wanita, dan wanita sama-sekali tidak membutuhkan benda tersebut untuk dapat menjadi wanita sejati di mata Tuhan dan keluarganya. Sekali ilmu pengetahuan duduk di dalam fikiran dan pemahaman seorang wanita, untuk selamanya itu akan mengakibatkan wanita merasa bahwa kehidupan domestik bukanlah kodrat dan fitrah buat dirinya, dan ia akan terus mengutuki kodrat domestik itu.
Sekali seorang wanita menguasai ilmu pengetahuan, maka selamanya berakibat ia menuntut untuk dipersamakan dengan kaum pria di dalam hal kodrat, tugas, keuangan / gaji, fungsi, fitrah dan posisi formal: ia tidak lagi ridha untuk tinggal di rumahnya, apalagi untuk menyelesaikan seluruh tugas domestiknya. Inilah kutukan, kemelaratan dan dosa terbesar yang akan datang menimpa umat!

Justru dari arah sebaliknya, titah Alquran di dalam surah Al-ahzab ayat 34 mempunyai makna dan tujuan bahwa kaum wanita hanya beroleh pengajaran dari dalam rumahnya saja, semata demi menghindari (anak-anak) wanita dari memperoleh pengajaran ilmu paripurna yang kompleks dan diperluas (ilmu pengetahuan). Kalau setiap anak wanita hanya beroleh pengajaran di dalam rumahnya, mustahil-lah masuk ke dalam rumah itu pengajaran kimia, biologi, fisika, matematika rumit, psikologi, militer dsb untuk anak wanita tersebut. Cukuplah pengajaran bagi seorang (anak) wanita sebatas pada ilmu ibadat dan kesantunan sebagai wanita, dan hanya ilmu itulah yang dapat menyelamatkan wanita dari mentalitas pembangkangan terhadap kodrat dan fitrah kewanitaannya.

Dengan tetap berada di dalam rumahnya, terlebih untuk menyelesaikan seluruh tugas domestiknya, dan kemudian ditambah dengan mendapatkan pengajaran yang sesuai dengan karakteristik seperti yang dititahkan di dalam surah Al-ahzab 34, maka amanlah kaum wanita itu dari fitnah dunia: moralnya akan tetap suci, diri dan iman-nya juga akan tetap suci, dan pada akhirnya akan menjadi sebab kesucian seluruh umat sosialnya. Itulah saat yang tepat turunnya ridha dan pemenangan Allah Swt atas umatNya, yaitu umat Muslim.
Wallahu a’lam bishawab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s