Pesta Kondom Rp. 74 Milyar Di Tahun Baru

remaja-sex-bebasRADAR BOGOR edisi selasa (4/12/12) kemarin memuat artikel berjudul ”Belanja Syahwat Kota Bogor Rp 74 M”. Inilah potretnya bahwa secara langsung dan tidak langsung praktek prostitusi dilegalisasi oleh sistem yang ada. Yaitu dengan cara prostitusi dilegalkan menjadi lokalisasi. Padahal, ini bukanlah solusi, tapi menambah penyakit baru karena pertumbuhan jumlah pekerja seks meningkat per tahunnya sekitar 150.000 orang hanya untuk remaja di bawah 18 tahun. Ditambah lagi gerakan kondomisasi. Yang secara langsung dan tidak langsung pula mengajak generasi untuk berzina secara ”sehat”.

>> Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2009 pernah merilis perilaku seks bebas remaja dari penelitian di empat kota yakni Jakarta Pusat, Medan, Bandung, dan Surabaya hasil yang didapat sebanyak 35,9% remaja punya teman yang sudah pernah berhubungan seksual sebelum menikah.

>> Data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 2010 menunjukkan, 51% remaja di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek telah berhubungan seks pranikah. “Artinya dari 100 remaja, 51 sudah tidak perawan,”

>> Data BKKBN mengenai estimasi aborsi di Indonesia per tahun mencapai 2,4 juta jiwa, sebanyak 800 ribu di antaranya terjadi di kalangan remaja. “Dari 2,5 jutaan pelaku aborsi tersebut, 1 – 1,5 juta di antaranya adalah remaja.

>> Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada tahun 2008-2009, menyebutkan dari 40 ribu sampai 70 ribu pekerja seks komersial (PSK) di Indonesia.

>> Dari total kasus HIV/AIDS di Indonesia yang dilaporkan pada 1 Januari-30 Juni 2012 tercatat sebanyak 9.883 kasus HIV dan 2.224 kasus AIDS, dengan 45 persen di antaranya diidap oleh kaum muda.

Sumber – – http://kaumhawa.com/pesta-kondom-rp-74-milyar-di-tahun-baru/

Annisanation – inilah akibat dan efek lurus yang akan diderita umat manusia kalau umat tersebut melumrahkan kaum wanitanya untuk keluar rumah. Islam di lain pihak telah mengajarkan umatnya untuk teguh melarang wanitanya keluar rumah, karena kesucian wanita akan terjaga di dalam rumahnya.

Kaum wanita adala kaum yang amat rentan dengan gejala birahi kepada lawan jenis. Untuk menjaga supaya kesuciannya tetap terjaga adalah memastikannya tidak bertemu dengan lawan jenisnya secara konstan dan konsisten, yaitu keluar rumah setiap hari. Islam mengajarkan bahwa wanita diperbolehkan keluar rumah, dengan metode yang tidak permanen, seperti untuk ke pasar, untuk menghadiri pesta pernikahan, untuk menjemput anak yang sedang bermain di tanah lapang, dan lain sebagainya.

Selama umat melumrahkan kaum wanita untuk keluar rumah secara permanen (untuk sekolah, kuliah, bekerja mencari nafkah, mengurus sosialnya, dsb) maka selama itu pula perzinaan akan marak di tengah umat tersebut, karena secara kemistri, pastilah wanita-wanita tersebut akan birahi kepada pria-pria yang mereka temui setiap hari ….. dan dari sinilah akan merata-nya perzinaan. Naudzu billah minzalik!

Adalah mustahil untuk dimengerti, di mana di satu pihak umat menginginkan kehidupan yang terbebas dari meratanya zina, sementara di pihak lain umat tersebut terus saja melumrahkan kaum wanitanya untuk keluar rumah secara permanen.

Oleh karena itu, kalau umat ingin terbebas dari zina massal dan dosanya, maka pastikanlah untuk kembali kepada zaman kesucian, di mana seluruh kaum wanita tidak diperkenankan untuk keluar rumah, karena toh pada naluri dan kodratanya, kaum wanita itu adalah mahluk domestik.

Wallahu a’lam bishawab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s