Benarkah wanita seunggul pria?

wanitaunggulpria

Mulai kira-kira tahun 1800-an, kehidupan mulai menjadi semakin mudah dengan ditemukannya banyak penemuan. Apa yang tadinya susah menjadi mudah. Yang tadinya mustahil menjadi mungkin. Yang tadinya berat menjadi mudah, yang tadinya hanya dapat dilakukan kelompok tertentu jadi dapat dilakukan siapa pun.

Yang tadinya dilarang jadi diperbolehkan. Yang tadinya aneh menjadi lazim, yang tadinya jarang menjadi banyak. Kemajuan kehidupan sebagai akibat dari revolusi industri membuat manusia mengkoreksi nilai-nilai budaya mereka termasuk juga cara berfikir mereka …..

Pada masa inilah manusia mulai terbiasa mempekerjakan kaum wanita. Berikutnya terbiasa menyekolahkan kaum wanita karena tuntutan industri yang amat besar di mana wanita dipekerjakan.

Mulailah wanita masuk era kecerdasan. Pada masa ini kaum wanita sudah tidak mau lagi menjadi budak kaum pria. Lambat laun wanita mulai terbiass dengan teori ‘patriakhat vs kesetaraan gender, di mana mereka mempersalahkan patriakhat sebagai produk laki-laki. Maka mulailah wanita mengusung teori dan kepercayaan bahwa wanita sebenarnya SAMA UNGGULNYA dengan kaum pria. Benarkah demikian?

Tidak benar bahwa wanita sama unggulnya dengan kaum pria. Untuk tetap menyatakan dan percaya kepada yang demikian maka akan menjadi dosa – khususnya dosa karena menentang titah Alquran.

Hematlah dosa Anda dengan tidak lagi percaya bahwa wanita seunggul kaum pria. Dengan kata lain, hentikan dosa Anda dengan mulai percaya bahwa kaum wanita tidak mempunyai kemampuan apa-apa dibanding kaum pria. Percaya bahwa kaum wanita sama unggulnya dengan pria adalah suatu perbuatan menentang Alquran. Ingatlah akan firman Allah Swt di dalam surah Annisa 34,

Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita. Oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (kaum wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.

Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa ‘hukum alam’ telah melebihkan laki-laki dari kaum wanita di dalam segalc aspmk. Maka mengapa kita ingin mempercayai hal yang selainnya? Berikut akan dipaparkan fakta tentang betapa kaum wanita amat lemah, dan kaum pria itu unggul.

Fakta 01.

Semua komposer musik klasik adalah laki-laki. Kemanakah kaum wanita jika dikatakan bahwa kaum wanita sehebat laki-laki? Dapatkah mereka menunjukkan satu karya musik klasik berkelas dunia?    

Fakta 02.

Penemu dunia. Hampir 1005 penemu berkaliber dunia berjenis kelamin laki-laki. Di manakah kaum wanita jika mereka dapat dikatakan sehebat kaum laki-laki? Manakah maha karya mereka yang mengguncang dunia?

Fakta 03.

Lembaga penghargaan Nobel Perdamaian di dalam laporan 100 tahunnya menulis, bahwa dari 300 individu penerima, hanya 30 yang berjenis kelamin wanita. Lembaga itu akhirnya bertanya, apakah ini berarti bahwa otak wanita adalah 1/10 dari otak leki-laki?

Jika Fiqih menyatakan bahwa otak wanita itu adalah 1/2 dari otak laki-laki, maka justru science (di dalam hal ini lembaga Nobel Perdamaian) menyatakan bahwa otak wanita hanya berkisar 1/10 dari otak laki-laki. Lebih tajam, bukan?

Fakta 04.

Pikniklah ke perpustakaan atau toko buku. Pasti Anda akan melihat bahwa 95% penulisnya adalah kaum Adam. Mengapa? Apakah kaum wanita dilarang untuk menulis buku sehingga kebanyakan penulisnya adalah kaum laki-laki?

Fakta 05.

Coba amati dunia sulap. Siapakah artisnya? Kaum laki-laki, bukan? Dunia sulap adalah dunia penuh kerahasiaan. Oleh karena itu jarang pesulap (pria) yang mempekerjakan wanita sebagai penampilnya. Lebih dari itu justru wanita ditampilkan hanya sebatas pemanis show sulap saja.

Fakta 06.

Coba tengok musik rock klasik seperti The Eagels, Moudy Blues, Scorpions dsb. Adakah kaum wanitanya? Genre ini bukanlah musik sembarangan. Oleh karena itu amat susah bagi wanita untuk turut berkecimpung.

Fakta 07.

Coba lihat jawara-jawara olimpiade fisika mau pun kimia. Mereka semua adalah kaum Adam. Kemana kaum wanitanya jika memang benar bahwa kaum wanita adalah seunggul pria?

Fakta 08.

Belilah koran harian mau pun majalah bulanan. Buka rubrik kolom. 99% penulisnya adalah kaum pria. Apakah sulit bagi wanita hanya untuk menulis sebuah artikel untuk koran? Kenyataannya memang sulit bagi mereka, terbukti bahwa wanita mempunyai kelemahan di dalam hal berfikir.

Fakta 09.

Suhu-suhu. Berjenis kelamin apakah suhu designer? Berjenis kelamin apakah suhu kuliner? Berjenis kelamin apakah suhu tata rias kecantikan? Mereka semua berjenis kelamin laki-laki. Maka kemanakah wanitanya jika dikatakan mereka seunggul laki-laki?

Fakta 10.

Pemimpin-pemimpin hebat dunia yang tercatat di dalam sejarah 100% adalah laki-laki. Kemanakah kaum wanita jika ingin dikatakan bahwa wanita seunggul kaum laki-laki di dalam hal memimpin dunia?

Fakta 11.

Belum ada satu grup wanita yang mantap di dunia musik, bahkan yang dapat bertahan hingga bertahun-tahun, kecuali jika itu adalah kelompok campuran (seperti ABBA. By the Way, di ABBA, apakah personel wanitanya yang menciptakan lagu?Di lain pihak, banyak kelompok yang 100% personelnya laki-laki tetap exist hinggi bertahun-tahun.

Yang jelas, buatlah semacam sensus. Hitunglah jumlah boysband dan femalesband. Mana yang lebih banyak? Yang mana yang lebih eksis? Dan mana yang lebih awet? Yang lebih monumental sepanjang sejarah musik?

Fakta 12.

Pelukis Affandi, Van Gogh, Rembrandt, Leonardo da Vinci, Michael Angelo, Bagong Kussudiarjo, Nini Thowok, para pematung Bali. Mereka semua adalah laki-laki. Kemana kaum perempuan kalau memang mereka sama hebatnya dengan kaum pria?

Analisa.

Dari ke 12 point tersebut sudah dapat dikatakan bahwa hampir semua lini dan aspek kehidupan sudah diborong habis oleh keunggulan kaum pria – tidak ada yang tersisa untuk kaum perempuan. Dengan kata lain, di manakah posisi keunggulan kaum perempuan?

Konfrontasi.

Point 01.

Kaum feminist berkelit, bahwa memang kaum wanita di dalam sejarah – khususnya – tertinggal dari kaum pria. Itu semua disebabkan menurut mereka, karena pada masa itu kaum pria mengekang kaum wanita untuk dapat berkiprah.

Koreksi: jika memang kaum wanita itu pada dasarnya cerdas, toh mereka akan naik juga ke permukaan walau pun banyak yang menghalangi. Apakah kaum pria yang hebat di dalam sejarah itu tidak mendapatkan rintangan? Mereka semua mendapatkan rintangan yang amat berbahaya. Namun toh tetap mereka naik ke permukaan juga.

Pada tahun 1500an Inggris pernah mempunyai Ratu yaitu Ratu Mary dan Ratu Elizabeth I. Mengapa Ratu-Ratu ini tidak mengambil inisiatif untuk memajukan kaum wanita? Mereka berdua hanya sibuk mengurusi agama. Kaum wanita kala itu hanya pelengkap kehidupan seorang pria. Mengapa sang Ratu tidak ingin mendobrak tradisi tersebut?

Point 02.

Di dalam buku kelas tahunan, terungkap bahwa sebagian besar penghuni papan atas di dalam hal ranking kelas adalah siswa perempuan. Ini adalah bukti bahwa anak perempuan lebih cerdas dari anak laki-laki.

Koreksi: memang benar bahwa siswa perempuan lebih mendominasi ranking kelas. Namun harus diingat fakta bahwa kaum wanita itu adalah pasif dan laki-laki sangat aktif.

Laki-laki yang aktif tidak akan sempat menghafal pelajaran. Mereka cenderung mencari hal-hal baru, maka lahirlah ilmu pengetahuan – yang kemudian akan dihafal oleh anak perempuan karena kodratnya mereka adalah pasif – lebih mudah untuk menghafal.

Point 03.

Kaum perempuan berkelit tetap ada – walau pun sedikit – pemimpin dunia perempuan yang hebat seperti Indira Gandhi dan Margareth Tatcher. Belum lagi Evita Peron, Ratu Issabela dari Spanyol, Maria Curie ahli kimia dsb. Jangan lupa Cory Aquino dari Filipina yang memenangkan demokrasi.

Koreksi: kebanyakan dari pemimpin perempuan itu justru datang karena ada bayang-bayang kehebatan seorang laki-laki di belakang mereka. Indira Gandhi karena ia adalah keluarga Gandhi. Evita Peron karena nama besar suaminya. Megawati karena memanfaatkan sentimen bungkarnoisme-nya. Ratu Issabela dari Spanyol karena disokong dominasi sang suami yaitu Pangeran Ferdinand.

Cory Aquino karena nama besar suaminya Benigno Aquino. Benazir Buttho karena nama ayahnya Ali Buttho. Hanya Margaret Tatcher yang bangkit tanpa latar belakang nama seorang pria.

Point 04.

Kaum perempuan berkelit, bahwa walau pun sedikit, kehebatan perempuan tetap berdenyut seperti di dalam dunia programming, kedokteran, geologi, arkheologi, dsb.

Koreksi: memang kiprah mereka turut berdenyut. Namun harus diingat bahwa mereka adalah bagian dari suatu tim laki-laki yang tanpa tim itu wanita itu tidak akan dapat bekerja.

Intinya, wanita baru dapat dikatakan seunggul pria “jika saja” mereka dapat bekerja tanpa campur tangan kaum pria sedikit pun. Karena kebalikannya, kaum pria dapat bekerja tanpa campur tangan kaum wanita sedikit pun. Bisakah wanita melakukannya?

Point 5.

Kaum perempuan berdalih, memang (hanya ada) sedikit kaum perempuan yang berkiprah di luar rumah. Namun ini adalah permulaan. Akan datang jaman di mana peran dan keunggulan perempuan akan dapat menyamai kaum pria.

Koreksi: mengapa harus menunggu jaman? Apakah kaum pria harus menunggu jaman untuk dapat dikatakan unggul oleh sebuah kitabsuci? Sejak awal kaum pria sudah menunjukkan keunggulan mereka …. Lantas mengapa wanita belum juga?

Jangan jadikan jaman sebagai alasan dari ketidakmampuan: “mau tunggu sampai jaman kapan lagi”?

Point 6.

Kaum perempuan mengingatkan, perempuan hebat di dalam hal mengatur keuangan keluarga. Salon-salon yang banyak berdiri di pemukiman dibina oleh kaum ibu. Ini adalah keunggulan kaum perempuan. Perawat di rumah sakit mayoritas adalah kaum perempuan.

Koreksi: jangan lupa. Justru banyak ibu-ibu yang memboroskan gaji suaminya dengan gemar shopping. Buat apa laki-laki mendirikan usaha salon? Laki-laki bukanlah mahluk kewanita-wanitaan. Perawat? Keperawatan adalah pekerjaan domestik yaitu melayani orang lain. Buat apa laki-laki berbuat seperti itu?

Point 07.

Kaum perempuan berdalih, tidak bisa dipungkiri kaum perempuan unggul di dalam hal interpersonal relationship, ilmu gizi, dan karya novel seperti Harry Potter, Frankenstein dsb.

Koreksi: bidang-bidang itu memang adalah bidang yang banyak digeluti kaum perempuan. Kaum perempuan memang ahli di dalam hal tersebut. Namun harus diingat, justru bidang-bidang itu bukanlah bidang yang ‘berat’. Kaum pria pun tampaknya tidak berselera menggeluti bidang-bidang tersebut.

Terkhusus lagi bidang interpesonal relationship (seperti menjadi pengasuh rubrik tanya-jawab mengenai hubungan persahabatan, keluarga, hubungan kerja, dsb). Bidang ini memang tipikalnya kaum perempuan karena kaum perempuan amat mengerti tentang isu ini.

Menarik sekali ternyata kaum perempuan sangat menonjol di dalam hal fiksi. Mereka banyak menciptakan novel berkelas dunia seperti Harry Potter, Frankenstein dsb. Sepertinya mereka gemar sekali berkhayal. Mereka sangat berhasil di bidang tersebut.

Pada akhirnya, jangan sampai lupa bidang-bidang tersebut justru tetap kaum pria-lah suhu-suhunya. Belum ada yang dapat mengalahkan Shakespeare, Khalil Gibran dsb. Dapatkah perempuan menciptakan baris-baris seindah ciptaan Shakespeare …. yang singkat namun bermakna dalam?

“ ……… I grow ……, I prosper ….” – King Lear.

Kesimpulan.

Apa yang terjadi sebenarnya bukanlah bangkitnya kaum perempuan. Yang terjadi sebenarnya adalah di mana perempuan mendompleng (menikmati) kemudahan-kemudahan yang diciptakan kaum pria. Kemudian tiba-tiba mereka mengklaimnya sebagai bentuk kemajuan mereka ‘against’ kaum pria. Dengan kata lain, kaum perempuan justru mendurhakai kemurahan kaum pria.

Kaum perempuan tidak perlu berdalih bahwa mereka seunggul pria dengan mengemukakan argumentasi bahwa pada jaman dulu kaum pria mengekang, menindas dan menghalangi perkembangan kaum perempuan sehingga jaman sekarang kaum perempuan tertinggal. Karena kalaulah memang benar bahwa perempuan itu secerdas kaum pria sejak awal maka semua halangan itu sudah dapat mereka atasi. Terlebih justru kecerdasan mereka itulah kelak yang akan mengatasi semua halangan tersebut.

Dengan kata lain, kalau memang mereka cerdas maka mengapa mereka tidak dapat mengatasi hambatan yang diciptakan kaum pria?

Mari kita gunakan logika saja. Taruh kata perempuan memang secerdas kaum pria sejak jaman dahulu. Kemudian karena kecerdasannya kaum perempuan dapat menyumbang ide-ide yang bermanfaat bagi kehidupan. Maka mengapa kaum pria menghalangi dan menolak ide-ide berlian dari kaum perempuan itu yang amat dibutuhkan kehidupan?

Bukankah pada dasarnya kaum pria amat sayang dan bangga kepada kaum perempuan?

Justru, argumentasi kaum perempuan yang seperti ini semakin menunjukkan bahwa mereka bukanlah mahluk cerdas. Semakin mereka pandai ‘berbicara’ semakin terlihat kebodohan dan keterbelakangan mereka.

Pesan.

Kaum perempuan harus sadar kepada kodratnya, kepada hukum alam, dan juga kepada ayat Allah Swt, bahwa mereka adalah mahluk kelas dua. Mereka diciptakan sebagai pelengkap dan pelayan kaum pria, bukan pesaing kaum pria, tidak lebih dari itu. Tidak ada gunanya mereka keras kepala. Semakin mereka keras kepala, semakin terlihat kebodohan dan keterbelakangan mereka.

Kaum pria berdiam diri terhadap coletah kaum perempuan ini, bukan karena kaum pria mengaku salah dan kalah. Kaum pria hanya merasa bahwa perempuan bukanlah lawan sepadan untuk ditangani.

Ingatlah, bahwa pada awalnya seluruh perempuan berteguh dengan kodrat domestik mereka, dan oleh karena itu mereka tidak pernah merasa ingin menyaingi laki-laki mau pun menghujat laki-laki. Namun mental kaum perempuan mulai berselisih ketika kaum pria telah menemukan teknologi canggih yang memudahkan kehidupan ini. Itulah saatnya kaum perempuan mulai tegang-bergelimpangan di jalan-jalan kota menghujat kaum pria, dan meneriakkan slogan perempuan seunggul pria. Untuk lebih jelas, silahkan baca artikel:

)) Para Pria Penemu Teknologi Para Wanita Yang Mabuk Kepayang,

)) Kontra Pria.

Qulil haq walau kaana muuran (katakanlah yang benar walau pun pahit). Laki-laki itu gentleman. Nah kepada kaum perempuan, jangan artikan ke-gentleman-an mereka sebagai tanda kekalahan mereka.

Dan janganlah kamu (perempuan) irihati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain (laki-laki). Karena bagi laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan ada sebahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”, Annisa; 4 : 32.

000000000000

Advertisements

One thought on “Benarkah wanita seunggul pria?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s