Perempuan Pekerja Dan Ketika Marahnya Soal Uang Bag02

 

marah-ini-orang_20150706_103704Ketiga.

Perempuan yang bekerja, yang marah ketika melihat uang yang mereka hasilkan dihambur-hamburkan / digunakan di luar keinginannya, kerap berkata yang pada intinya seperti ini ……,

“ …… Apakah kalian tidak mengerti susahnya cari uang? Apakah kangmas tidak mengerti susahnya cari uang seharian banting tulang dimarahi atasan -tugas menumpuk -bawahan pada bawel -pulang pergi jalanan macet ….”.

Kalau perempuan itu benar-benar faham betapa susahnya cari uang, maka bukankah lebih baik baginya untuk berhenti dan tidak bekerja lagi? Ia sudah faham bahwa kerja mencari uang benar-benar sulit, lantas mengapa ia masih juga bekerja? Faktanya ia masih juga bekerja, namun mengapa kemudian ia komplain mengenai betapa susahnya kerja cari uang? Bukankah tidak ada yang memaksanya untuk bekerja mencari uang? Bukankah ia bekerja seutuh-nya atas dasar inisiatif dan ideologinya saja?

Suaminya adalah pria yang bekerja dan mempunyai penghasilan yang mencukupi kebutuhan keluarga, sehingga sebenarnya sang istri tidak perlu bekerja mencari uang. Bukankah hal tersebut bisa menjadi alasan bagi sang istri untuk menjadi iburumahtangga biasa dan tidak bekerja? Namun faktanya sang istri tetap kukuh ingin bekerja dan mempunyai penghasilan sendiri. Dan namun tiba-tiba ia begitu marah ketika melihat bahwa uang yang ia hasilkan diperguna-kan tidak menurut keinginannya, sampai ia mengeluarkan adagium-adagium seperti di atas, seolah keluarganya tidak faham betapa susah-nya banting tulang kerja seharian cari duit. Ada apa dengan perem-puan?

Pertama, suaminya bekerja, yang penghasilannya cukup untuk kebutuhan keluarga. Kedua, dengan demikian sang istri sebenarnya tidak perlu bekerja mencari uang. Ketiga, pun sang istri kukuh tetap ingin bekerja, dan itu atas dasar keinginannya sendiri. Dan aneh, ketika ia melihat bahwa uang yang ia hasilkan digunakan tidak menurut perintahnya, tiba-tiba ia marah sehingga ia mengeluarkan adagium-adagium mengenai susahnya bekerja mencari uang. Bukankah fikiran perempuan memang sulit untuk dimengerti?

Mungkin jadi lain ceritanya kalau sang suami tidak bekerja alias penganggu-ran, mungkin karena pekerjaan susah didapat, atau sang suami dipecat dari tempatnya bekerja, sehingga sang istri-lah yang kemudian harus bekerja cari duit menggantikan suami sebagai pencari nafkah.

Penting untuk difahami, mengapa bisa terjadi seorang pria susah mendapat pekerjaan? Faktanya di dalam kehidupan ini banyak dijumpai sarjana mumpuni yang menganggur. Pengangguran menjadi masalah pelik yang dihadapi banyak negara, dan itu HANYA TERJADI pada alam Emansipasi Wanita. Jadi, sejak tercetusnya Emansipasi Wanita, masalah pengangguran (di kalangan pria) pecah di banyak negara, dan pada sisi lain pengangguran itu pun juga mencetus banyak kriminalitas lainnya. Mengapa hal tersebut tidak pernah menjadi pertanyaan bagi publik?

Kembali ke masalah. Sang istri ngomel-ngomel kepada suaminya yang pengangguran, lantaran sang suami menggunakan gaji sang istri tidak menurut rencana sang istri, sehingga sang istri memarahi suami sedemikian rupa, dan sampai mengeluarkan adagium-adagium mengenai susahnya kerja cari uang. Satu hal harus diperhatikan, mengapa bisa terjadi sang suami menjadi pengangguran?

Berarti ada satu masalah, yaitu suaminya adalah pria pengangguran, yang tidak bisa menghasilkan nafkah untuk keluarganya. Dan kemudian, apakah yang menjadi pangkal dari masalah itu sendiri? Apakah masalah suami menganggur datang begitu saja dengan sendirinya?

Jawabannya justru terletak pada sang istri yang terus-terusan mengomel pada suami. Sang istri adalah seorang perempuan, yang bekerja mencari uang, karir dan jabatan. Harap diperhatikan dengan baik, penyebab mengapa banyak laki-laki yang menganggur, adalah justru karena perempuan melakukan INFILTRASI ke dunia kerja, hal tersebut mengakibatkan banyak laki-laki yang terdepak dari dunia kerja, lantaran setiap pangker (lapangan kerja) sudah keburu direbut dan DIRAMPAS perempuan, melalui apa yang dinamakan Emansipasi Wanita.

Dunia kerja, atau pangker, adalah dunia tempat para lelaki bekerja mencari nafkah, dan nafkah itu adalah untuk keluarganya juga. Sementara itu, tempat dan lebensraum perempuan adalah di rumah, karena perempuan adalah mahluk domestik; di rumah itu kaum perempuan menyelesaikan seluruh tugas domestik mereka.

Namun karena kecanggihan teknologi (yang mana kecanggihan teknologi tersebut adalah hasil jerih-payah para lelaki juga untuk memudahkan kehidupan), perempuan menjadi terperdaya, keseleo, dan over-acting, yang wujudnya adalah menuntut persamaan hak untuk mendapatkan pekerjaan dan jabatan. Akibat lurus dari kisah pahit ini adalah, perempuan merangsek masuk ke dunia kerja, dan akibatnya TERCAMPAKNYA kaum laki-laki dari pangker, karena pangker telah banyak DISEROBOT kaum perempuan. Maka menjadilah kaum pria pengangguran, tidak bekerja, dan tidak mempunyai penghasilan. Itulah Emansipasi Wanita!

Dengan kata lain, kalau sejak awal tidak ada Emansipasi Wanita, dan kalau sejak awal kaum perempuan tidak over-acting sehingga menuntut persamaan akses ke dunia kerja, maka dipastikan tidak akan ada satu pun pria yang menganggur.

Kembali ke masalah ….. kalau kaum perempuan TIDAK DIBERI hak dan akses kepada dunia kerja (alias Emansipasi Wanita), maka ….

  • Tidak ada satu pun pria dan suami yang menganggur di dunia ini, karena mereka pasti beroleh kerja: karena pangker tidak pernah DISEROBOT DAN DIRAMPAS kaum perempuan. Itu sudah jaminan.
  • Dan tidak ada satu pun perempuan yang bekerja, melainkan tetap tinggal di rumahnya sebagai istri dan Bunda Rumah Tangga (BRT).
  • Dan kalau perempuan tidak bekerja (melainkan menjadi BRT belaka), maka tetaplah mereka menjadi jiwa-jiwa lembut yang manut dan patuh kepada ayah dan suami, dan pada giliriannya maka mustahil mereka menjadi galak dan bengis kepada suami, mustahil!
  • Dan akhirnya, tidak akan pernah terjadi fenomena SUTARI alias Suami Takut Istri.

Singkat kata, kalau tidak ada perempuan yang bekerja, maka tidak akan ada pria / suami yang menganggur. Dan kalau tidak ada Emansipasi Wanita, maka tidak akan ada perempuan yang bekerja, yang berakibat pada tabiat suka memarahi suaminya yang pengangguran ….. Itu juga jelas!!

Perempuan Pekerja Dan Ketika Marahnya Soal Uang-01

Kembali ke masalah istri tadi yang mendominasi dan memarahi suaminya, yang mana suaminya adalah pria pengangguran. Mengapa ia harus marah dan memarahi sang suaminya yang pengangguran, sampai-sampai ia mengeluar-kan adagium mengenai betapa susahnya cari duit? Bukankah seluruh masalah tersebut justru sebenarnya berasal dari dirinya sendiri?

Pertama, ia sebagai perempuan dan istri yang bekerja dan mempunyai penghasilan uang. Bukankah posisi demikian membuatnya menjadi begitu liar dan ganas di dalam keluarganya sendiri? Bekerja telah membuat mental perempuan menjadi begitu kasar dan bengis, kritis dan curam. Tidak jarang posisi, jabatan dan gaji yang dimiliki perempuan membuatnya mudah tersulut emosi, terkhusus kalau uang yang ia peroleh dari kerjanya ternyata digunakan tidak menurut rencananya. Atau, apakah mungkin sang suami untuk selamanya tunduk kepada amarah sang istri? Tentu hal tersebut sangat tidak mungkin dan sangat tidak masuk akal.

Kalau sang istri tetaplah seorang Bunda rumahtangga, maka tidak mungkin ia menjadi pribadi yang bengis dan kritis terhadap suaminya, apalagi mendominasi sang suami lewat aneka kemarahan dan nada bicara tinggi. Jadi, mengapa tercetus seorang istri yang gigih memarahi sang suami? Tidak lain karena ia merupakan pribadi yang bekerja dan menguasai gaji, pun di kantor ia dikondisikan sebagai superior. Nah apakah mungkin ia sebagai istri akan tetap manut dan takut kepada suaminya di rumah?

Kedua, masalah suami yang merupakan pria pengangguran. Apa sebabnya sehingga suaminya dan banyak pria lain menjadi pengangguran? Tidak lain adalah karena AKSES DAN INFLITRASI sang istri dan perempuan lain ke dunia kerja, yang mana tentu saja membuat kesempatan kerja bagi pria TER-ELIMINASI. Intinya, kalau tidak ada satu pun perempuan yang masuk ke dunia kerja, maka mengapa masih ada pria pengangguran? Kalau tidak ada satu pun perempuan yang bekerja, maka pasti seluruh pria akan memperoleh pekerjaan, sehingga tidak akan ada satu pun pria yang menganggur.

Publik selalu menghayalkan suatu utopia, bahwa pangker (lapangan kerja) selamanya akan melimpah, sehingga seberapa pun banyaknya kaum perem-puan infiltrasi ke dunia kerja, maka hal tersebut tidak akan meng-eliminasi kesempatan dan hak kaum pria untuk bekerja. Itulah utopia dan hayalan publik. Namun mana fakta dan buktinya? Bukankah pengangguran di kalangan pria mewabah di seluruh dunia? Dan bukankah terjadi paralelitas antara perempuan yang bekerja dengan pecahnya isu pengangguran di kalangan pria? Tidak, jumlah pangker di dalam kehidupan ini sangatlah ter-batas, tidak semelimpah yang dihayalkan publik. Untuk itulah ide perem-puan bekerja merupakan satu-satunya alasan mengapa banyak pria mengang-gur, otomatis perempuan bekerja adalah suatu tirani yang mengerikan.

Jadi, isu pria pengangguran, sebenarnya dosa dan kesalahan siapa? Tidak lain adalah dosanya kaum perempuan, yang begitu lancangnya merampas dan menyerobot pangker, yang mana hal tersebut membuat banyak kaum pria terdepak dari pangker, maka jadilah mereka pengangguran. Karena dosa siapa tercetusnya pengangguran di kalangan pria atau suami? Jawabannya adalah karena dosa Emansipasi Wanita.

Perempuan Pekerja Dan Ketika Marahnya Soal Uang-02

Si istri tadi, harus faham bahwa kemarahannya selama ini kepada suaminya yang pengangguran, adalah karena kesalahan sendiri, yaitu karena ia merebut pangker dari kalangan pria, sehingga pada satu sisinya membuat suaminya menganggur. Ia sendiri yang memantik api, dan justru dia sendiri yang terbakar oleh api itu.

Penutup.

Di bawah ini terdapat beberapa lembaga berwibawa di dalam kehidupan ini,

  • Akal sehat dan kewarasan.
  • Hukum Alam.
  • Hukum fitrah dan nurani.
  • Petuah dan ajaran orang tua-tua.
  • Agama, agama mana saja: Islam, Kristen, Yahudi dsb …

Kesemua lembaga tersebut mengajarkan dan menghendaki, bahwa seluruh perempuan haruslah tetap tinggal di rumah, supaya berteguh diam di dalam rumah untuk menyelesaikan seluruh tugas domestik. Kesemua lembaga berwibawa tersebut mengajarkan bahwa tugas dan kodrat perempuan adalah tinggal di rumah, membesarkan anak-anak dan berbakti kepada suami, bukannya keluar rumah setiap hari untuk bekerja mencari uang, karir dan jabatan.

Kesemua lembaga tersebut sejak awal mengajarkan, bahwa perempuan tidak boleh bekerja, perempuan tidak boleh mendapat pember-dayaan, dan bahwa perempuan harus dipingit di dalam rumah. Terdapat bahaya dan kekejian kalau perempuan keluar rumah, karena dunia luar rumah bukanlah ditujukan kepada kaum perempuan, melainkan ditujukan kepada kaum pria, dan sementara itu kaum perempuan hanya fokus tinggal di dalam rumah.

Namun dikarenakan teknologi (yang mana teknologi tersebut tidak lain adalah hasil jerih-payah kaum pria juga) yang memudahkan segala urusan, perempuan menjadi kehilangan arah, perempuan menjadi terpedaya, mabuk kepayang, dan menjadilah mereka gigih memajukan gigi-gigi mereka untuk menuntut Emansipasi Wanita yang berujung pada penghasilan uang dan gaji, dan berakhir pada khayalan bahwa kaum pria wabil khusus para suami, harus tunduk dan patuh serta tidak melawan kepada para istri, karena sumber uang dan nafkah keluarga ada di tangan mereka ….

Mereka para perempuan dan istri yang ber-emansipasi tidak lagi berpatokan kepada nurani insani, bahwa tidak sepantasnya seorang pria tunduk dan patuh kepada perempuan, karena justru perempuanlah yang harus tunduk dan tidak melawan kepada pria dan suaminya. Kebalikannya, perempuan yang ber-emansipasi hanya ingin berpatokan kepada, bahwa perempuan / istri adalah sumber nafkah keluarga, oleh karena itu suami harus manut dan tidak melawan kepada istrinya. Perempuan sudah terpedaya oleh gaji dan jabatan, sehingga khayalan mereka begitu berani melawan nurani insani ….. bahkan berani melawan dan memarahi para lelaki wabil khusus suami mereka sendiri ….

Islam mengajarkan bahwa tempat perempuan adalah di rumah, dan dengan demikian Islam mengajarkan bahwa Emansipasi Wanita adalah suatu dosa dan kekejian. Fenomena yang menggejala di tengah masyarakat telah membuktikan kekejian Emansipasi Wanita, dan membuktikan bahwa perempuan bekerja telah menjungkirbalikkan ruh kaum perempuan ….

Tidak bisa ditawar-tawar lagi, Emansipasi Wanita harus segera dipadamkan, harus segera ditumpas sampai ke akar-akarnya, karena pada segala aspeknya faham ini menimbulkan bahaya, chaos dan kekejian yang mengerikan. Benarlah Islam dengan seluruh ajarannya mengenai perempuan dan perannya secara domestik ….

Wallahu a’lam bishawab.

Kembali ke Bagian 01.

Advertisements

One thought on “Perempuan Pekerja Dan Ketika Marahnya Soal Uang Bag02

  1. assalamualaikum,

    Kenalin aku Momo.
    aku umur 27, belum menikah dan saat ini bekerja sbg Asisten Project Manajer dengan gaji 10 juta perbulan. Aku lulusan S2 IT dan saat ini aku juga sambil kursus bahasa inggris IELT untuk ambil beasiswa ke luar negeri.
    Look, I dont mind with your blogpost, I just wanna discuss with you about the life path that I take.
    Menurut kakak, kompetensi dan skill apa yang harus aku tingkatkan? aku mau ningkatin kemampuan programming aku. Ibadah apa yg harus aku lakukan supaya impian aku mendapat beasiswa ke luar negeri dan programming tercapai?

    oh iya, what do you think about woman who travels aboard? Sampai umur 27 aku udah ke :
    -Singapore
    -Malaysia
    -Arab buat umroh
    -Hongkong
    -Macau
    -China

    kalau yg dalam negeri:
    -Jogja
    -bali
    -padang
    -belitung

    I reallyy love traveling. setiap hari aku berdoa setiap aku sholat semoga aku bisa traveling dan belajar banyak budaya orang2 lain.

    Here is my question : Kalau yg kakak sebutkan itu haram, kenapa Allah menjabah doaku dan memberkahi karir dan pendidikan aku?

    oh iya, kalau kakak ngga keberatan, apa boleh aku kenal kakak? seperti, kakak tinggal dimana, kuliah jurusan apa atau bekerja di bidang apa? hobby dan makanan favorit kakak apa?

    terima kasih ya
    Regards
    Momo

    Tanggapan Annisanation,
    assalamualaikum,
    .
    Kenalin aku Momo.
    aku umur 27, belum menikah dan saat ini bekerja sbg Asisten Project Manajer dengan gaji 10 juta perbulan. Aku lulusan S2 IT dan saat ini aku juga sambil kursus bahasa inggris IELT untuk ambil beasiswa ke luar negeri.
    .
    Look, I dont mind with your blogpost, I just wanna discuss with you about the life path that I take.
    Menurut kakak, kompetensi dan skill apa yang harus aku tingkatkan? aku mau ningkatin kemampuan programming aku. Ibadah apa yg harus aku lakukan supaya impian aku mendapat beasiswa ke luar negeri dan programming tercapai?

    .
    Tanggapan Annisanation,
    Wa alaikum salam ….
    Terima kasih sudah berkunjung ke blogsite ini. Mengenai pertanyan sdr soal kompetensi apa yg harus sdr tingkatkan? Sebelumnya saya akan berasumsi bhw sdr adl wanita …, dan seorang muslim.
    .
    Islam tidak mengajarkan kaum perempuan utk mengambil posisi public, karena takdir wanita adalah domestic, yaitu senantiasa tinggal di rumah utk menyelesaikan seluruh pekerjaan rumah, dan terkhusus lagi membesarkan anak2nya … sementara itu di luar rumah, tentulah bukan lebensraum bagi kaum wanita, karena banyak fitnah keji yang akan menimpa kaum wanita, dan itu pun memang sudah terbukti, bhw wantia keluar rumah menghasilkan begitu banyak fitnah dan kekejian …
    .
    Oleh karena itu, berdasarkan ajaran islam dan titah nabi Muhammad saw, maka sdr harus tinggal di rumah, dan lebih dari itu sdr harus menunggu orangtua sdr utk menikahi sdr kepada pria yg layak, yang pria ini kelak akan menafkahi sdr secara layak buat salama2nya … shg sdr tidak perlu keluar rumah utk bekerja mencari uang, karir dan jabatan ….krn di luar rumah byk sekali fitnah dunia.******
    .
    oh iya, what do you think about woman who travels aboard? Sampai umur 27 aku udah ke :
    -Singapore
    -Malaysia
    -Arab buat umroh
    -Hongkong
    -Macau
    -China
    kalau yg dalam negeri:
    -Jogja
    -bali
    -padang
    -belitung
    .
    I reallyy love traveling. setiap hari aku berdoa setiap aku sholat semoga aku bisa traveling dan belajar banyak budaya orang2 lain.

    .
    Tanggapan Annisanation,
    Kalau travels kemana2 itu memang gak masalah … tapi islam mengajarkan bhw wanita kalau berSAFARI harus DITEMANI MUHRIM nya …. Maksud muhrim di sini adl wanita itu harus ditemani laki2 dewasa dari keluarganya sendiri, plus suaminya, kalau ia sudah ber suami.
    .
    Apakah sdr kalau travel ditemani oleh muhrim???
    Sampai di sini mgk sdr akan keberatan dg ajaran islam … tapi lihatlah fakta sehari2 … banyak wanita yg bepergian sendiri, tapi kemudian perempuan tsb terlibat kemaksiatan, baik sbg korban maupun sbg pelaku kemaksiatan tsb ….tdk semuanya memang, tapi KEBANYAKAN …
    .
    Penting utk disampaikan di sini, MENGAPA SDR BELUM MENIKAH DI UMUR 27??? Jawabannya adl jelas, krn sdr SIBUK DG KARIR DAN KULIAH … padahal nabi Muhammad sendiri telah bertitah CEPAT2 MENIKAHI GADIS DAN BUJANG ITU ADL SUATU KEBAJIKAN. Dan faktanya di sini sdr belum menikah lantaran sdr malah asyik karir dan kuliah ..
    .
    Maksudnya, kalau sdr TIDAK SIBUK KARIR DAN KULIAH .,..tentunya sdr sekarang sdr menikah. DAN KALAU SDH MENIKAH ..maka mana mungkin sdr akan travel sendirian kemana2??? Pasti sdr malah sibuk dg urusan rumahtangga ….. pun kalau travel pasti sdr sudah ditemani suami sdr …. ******
    .
    Here is my question : Kalau yg kakak sebutkan itu haram, kenapa Allah menjabah doaku dan memberkahi karir dan pendidikan aku?
    oh iya, kalau kakak ngga keberatan, apa boleh aku kenal kakak? seperti, kakak tinggal dimana, kuliah jurusan apa atau bekerja di bidang apa? hobby dan makanan favorit kakak apa?
    terima kasih ya
    Regards
    Momo

    .
    Tanggapan Annisanation,
    Sdr bisa yakin dari mana bhw allahswt mengijabah doa sdr dan memberkahi karir dan kuliah sdr??
    Mungkin sdr sebaiknya memahami, bhw apa yg sdr dapatkan skg ini ADALAH COBAAN DAN UJIAN allahswt kepada sdr, spy sdr berfikir ulang apakah semua perbuatan sdr sudah sesuai dg nash alquran dan alhadis???
    .
    Kalau sdr belajar FIQIH … sdr akan faham bhw wanita kalau bepergian harus ditemani muhrim …. Nah apakah hal tsb sudah sdr amalkan??
    Dalam FIQIH dijelaskan bhw menikah muda, baik bagi pria mau pun wanita, adl KEBAJIKAN DAN KEHARUSAN … nah apakah sdr sudah amalkan??
    Dalam FIQIH dan alquran diajarkan bhw sebaik2 tempat bagi wanita adalah tinggal di rumahnya. Nah apakah ajaran tsb sudah sdr amalkan??
    -o0o-
    .
    Di luar itu semua, artikel ini yaitu PEREMPUAN PEKERJA DAN KETIKA MARAHNYA SOAL UANG, dan artikel lainnya, bukankah telah menunjukkan dan membuktikan bhw perempuan keluar rumah utk bekerja dan berkarir sudah menimbjulkan fitnah mahakeji bagi seluruh umat, bukan kepada perempuan itu sendiri saja???
    Nah skg apakah sdr ingin menjadi bagiaan dari fitnah keji itu??? Naudzu billah mindzalik tentunya.
    .
    Demkianlah tanggapan dari annisanation …. Semoga bermanfaat buat sdr sebanyak2nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s