About

Pemberdayaan (khususnya anugrah pendidikan dan memberi hak untuk beroleh kerja dan karir) adalah sesuatu yang buruk dan berbahaya bagi perempuan, sedikit pun pemberdayaan tidak mendatangkan manfaat bagi perempuan. Dengan diberdayakan, maka perempuan akan segera menjadi otonom, mandiri dan terbebas dari frame patriarkhat. Dengan menjadi otonom (diberdayakan), maka perempuan yang bersangkutan telah siap untuk ber-oposisi terhadap otoritas patriarkhat: artinya perempuan segera mempunyai mental untuk mendurhakai suami, ayah, ulama, tuntunan moral, agama, dsb.

Ingatlah, bahwa keotonomian perempuan tidak pernah membuat perempuan menjadi lebih baik, atau menginsafi kebenaran. Tidak sama sekali. Justru kebalikannya, otonomi membuat perempuan menjadi berani menentang roh kebenaran, sehinggakan yang benar hanya dirinya sendiri, ego-nya sendiri.

Jelas sekali, kita tidak bisa mengharapkan kesadaran dari kaum perempuan supaya tetap berperangai anggun, agung, luhur dan mulia, karena hal tersebut adalah mustahil. Intinya, otoritas patriarkhat harus menemui jalan untuk dapat diberlakukan efektif atas kaum perempuan, karena otoritas patriarkhat sajalah yang dapat memastikan kaum perempuan tetap berperilaku mulia.

Otoritas patriarkhat sebenarnya sudah dan selalu ada di dalam kehidupan ini, namun kemudian masalahnya adalah, apakah kaum perempuan berada di dalam posisi untuk siap menerima otoritas patriarkhat tersebut? “Berada di dalam posisi untuk siap menerima otoritas patriarkhat”, artinya adalah bahwa perempuan harus di dalam keadaan tidak diberdayakan, artinya berpantang dari emansipasi. Ini artinya menegakkan Domestikalisasi Wanita (DW), bukan Emansipasi Wanita (EW). Tumpaslah Emansipasi Wanita (EW). Dan itulah firman Allah Swt di dalam Alquran.

Kalau sudah terbukti bahwa geliat Emansipasi Wanita (EW) bukan datang dari sisi Tuhan Yang Maha Pemurah, maka itu berarti Emansipasi Wanita (EW) dan kesetaraan gender merupakan kesesatan. Oleh karena itu kesetaraan gender harus ditumpas habis dari muka bumi, dan menggantikannya dengan semangat Domestikalisasi Wanita (DW).

DW inilah yang merupakan ajaran Tuhan, baik yang termaktub di dalam Alkitab Kristen mau pun Alquran suci. Jelas sekali, bahwa DW adalah langkah pertama dan terakhir untuk mendapatkan kesejahteraan dan keagungan umat sepanjang masa.

Kita harus ingat bahwa geliat Emansipasi Wanita harus ditumpas, pertama karena tidak sesuai kodrat, logika dan kebajikan berfikir, dan kemudian kedua, Emansipasi Wanita (EW) mengakibatkan bencana sosial yang keji, dan merupakan induk segala kehancuran moralitas dan mentalitas.

Wanita, ke ujung dunia pun, tetaplah rendah dan merupakan bawahan pria, dan wanita untuk selamanya merupakan subordinat pria. Hal ini tidak dapat diubah, oleh Emansipasi Wanita sekali pun. Domestikalisasi Wanita, sama sekali tidak pernah mencederai perempuan, atau siapa pun.

Website ini saya dedikasikan untuk memperteguh keyakinan umat Muslim dan seluruh bangsa Indonesia bahwa gerakan emansipasi perempuan adalah suatu kesalahan, dan sekarang pun gerakan tersebut telah banyak menelan korban yang mengerikan, baik di kalangan perempuan, laki-laki, anak-anak, orangtua, dsb.

Hal lain yang juga patut untuk direnungkan adalah, bahwa ternyata banyak individu maupun organisasi, maupun website yang menyuarakan hal yang sama dengan misi annisanation ini yaitu anti gerakan emansipasi perempuan. Tidak itu saja. Bahkan agama lain di luar Islam pun ternyata juga tidak mempunyai dasar mau pun dalil tentang emansipasi perempuan.

Selamat membaca, dan semoga anda semua terinspirasi. Amin.

-o0o-

This is an example of a page. Unlike posts, which are displayed on your blog’s front page in the order they’re published, pages are better suited for more timeless content that you want to be easily accessible, like your About or Contact information. Click the Edit link to make changes to this page or add another page.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s